MEDIASI (BERHASIL) PADA PENGADILAN AGAMA SERUI

Pada Hari Jum’at tanggal 14 Juni 2024 pukul 10.00 WIT Dasar hukum pelaksanaan Mediasi di Pengadilan Agama Serui adalah Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan yang merupakan hasil revisi dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008, dalam mediasi yang dilaksanakan dengan damai dan baik dihadiri oleh kedua belah pihak dan Mediator oleh Ketua Pengadilan Agama Serui YM Bapak Muhammad Taufiq Torano,S.H.I., yang berlangsung diruang Mediasi Pengadilan Agama Serui dinyatakan berhasil dan di sepakati oleh kedua belah pihak. Pengertian Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Ciri utama proses mediasi adalah perundingan yang esensinya sama dengan proses musyawarah atau konsensus. Sesuai dengan hakikat perundingan atau musyawarah atau konsensus, maka tidak boleh ada paksaan untuk menerima atau menolak sesuatu gagasan atau penyelesaian selama proses mediasi berlangsung. Segala sesuatunya harus memperoleh persetujuan dari para pihak.

Pada Mediasi ini usaha perdamaian Berhasil, maka dibuat akta perdamaian, yang harus dibacakan terlebih dahulu oleh hakim dihadapan para pihak sebelum hakim menjatuhkan putusan yang menghukum kedua belah pihak untuk mentaati isi perdamaian tersebut. Akta/putusan perdamaian mempunyai kekuatan yang sama dengan putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap dan apabila tidak dilaksanakan, eksekusi dapat dimintakan kepada Ketua Pengadilan Agama Serui yang bersangkutan.