BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN TENAGA TEKNIS DILINGKUNGAN PERADILAN AGAMA SECARA DARING

Serui – Pada hari Jum’at pada tanggal 17 Mei 2024 pukul 10:00 Wit PA Serui mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama yang dilaksanakan via daring yang bertemakan “Contra Legem)”. Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas tenaga teknis di lingkungan peradilan agama dalam permasalahan teknis yustisial. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Pengadilan Agama Serui YM Bapak Muhammad Taufiq Torano,S.H.I.,Wakil Ketua Pengadilan Agama Serui YM Bapak Nur Muhammad Huri, S.H.I.,Panitera Bapak Saiful Mujib, S.H., Jurusita Sumitro Wally dan Jurusita Pengganti Muhammad Syafril, S.Pd.I.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat beberapa materi yang disampaikan oleh narasumber yaitu terkait materi
Negara Terdiri dari Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif :
1. Eksekutif sebagai lembaga negara dalam melaksanakan kebijakan tidak boleh melanggar hak asasi manusia dalam bentuk Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan oleh pejabat eksekutif,
2. Legislatif, salahsatufungsinyamembuat UU. UU yang dibuatolehLegislatif (DPR) tidakbolehmenafikanhakasasimanusia. Jikaterjadipembuatan UU yang mengabaikanhakasasimanusia, maka UU tersebutdapatdilakukan judicial review.
3. Yudikatif: PengadilansebagailembagaYudikatifberfungsiuntukmenegakkan UU (hukum) dankeadilan. Ketikamengadiliperkaradanmemutusperkara, putusantersebuttidakbolehmenafikanhakasasimanusia. Jikaadaperaturanperundangan yang tidakmelindungihakasasimanusia,harusdiabaikan (contra legem)

Contoh HAM yang berkaitan dengan hukum keluarga :
a. Anakmempunyaihakuntukmengetahuisiapa orang tuanya(56 ayat 1 UU No.39/1999 HAM);
b. Setiapanak yang dilahirkan di dalamdan di luarperkawinanharusmendapatperlindungansosial yang sama (Deklarasi Universal HAM Pasal 25 ayat 2);
c. Anakberhakatasperlindungandari orang tua(Pasal52 ayat 1 UU HAM)
d. Setiapanakberhakuntukdibesarkan, dipelihara, dirawatdandididikoleh orang tua (Pasal 57 ayat 1 UU HAM)
e. Setiapanakberhakuntuktidakdipisahkandari orang tuanya, kecuali demi kepentingananak (Pasal 59 ayat 1 UU No. 39 /1999 Ttg HAM)
f. Setiap orang berhakmendapatkantempattinggalsertakehidupan yang layak (Pasal 40 UU No. 39/1999)
g. Hak orang tuauntukmendapatkankebaikandalamperkataandanperbuatan. Dasarnyaialahfirman Allah SWT dalamQSAl Israayat23, bersikaprendahhatidanmendoakan orang tua (QS. Al Israayat 24)