BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN TENAGA TEKNIS DILINGKUNGAN PERADILAN AGAMA SECARA DARING

Serui – Pada hari Jum’at pada tanggal 03 April 2024 pukul 10:30 Wit PA Serui mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama yang dilaksanakan via daring yang bertemakan “Kekeliruan Penerapan Hukum Acara Sebagai Bentuk Ketidakadilan (Refleksi hasil Pembacaan Berkas Kasasi/Peninjauan Kembali Januari-April 2024)”. Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas tenaga teknis di lingkungan peradilan agama dalam permasalahan teknis yustisial. Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Serui YM Bapak Nur Muhammad Huri, S.H.I.,.

Dalam Kegiatan Bimibingan Teknis di sampaikan oleh Hakim Agung MA YM Dr.H. Purwosusilo, S.H.,M.H. bahwa kekeliruan penerapan Hukum Acara Sebagai bentuk ketidakadilan yang di jelaskan sebgai berikut.
Kedudukan Hukum Acara :
1. Hukum materil hanya dapat ditegakkan melalui hukum formil yang adil dan memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang berperkara atau para pencari keadilan
2. Hukum Acara sebagai Jembatan bagi pihak yangberperkara menuju keadilan yang hendak dicapai
3. Tanpa Hukum Acara yang memberikan kepastian hukum yang adil, maka tidak mungkin hukum materil dapat ditegakkan.

Pengadilan Tingkat Pertama :
Pertimbangan eksepsi dalam putusan akhir sebagai berikut: “Menimbang, bahwa eksepsi yang diajukan oleh tergugat merupakan eksepsi yang berkenaan dengan pokok perkara karenanya eksepsi tergugat harus ditolak”.

Pengadilan Tingkat Banding :
Mengambil alih pertimbangan dan menguatkan putusan tingkat pertama

Ditemukan dalam berkas perkara kasasi:
Pengadilan tingkat pertama menjatuhkan putusan dengan struktur amar:
1.Menolak gugatan sebagian
2.Mengabulkan gugatan sebagian
3.Menyatakan tidak diterima selebihnya
Dalam tingkat banding, putusan tingkat pertama tersebut dibatalkan dan pengadilan tingkat banding mengadili sendiri gugatan penggugat tidak dapat diterima dengan pertimbangan putusan tidak jelas.