PENCANANGAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS PENGADILAN AGAMA SERUI

Dalam rangka menciptakan birokrasi bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani, pada hari Senin tanggal 28 Januari 2019, Pengadilan Agama Serui mencanangkan pembangunan zona intergritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) dengan mengundang para pejabat daerah Kabupaten Kepulauan Yapen atau anggota muspida, MUI, kepala BUMN serta tokoh masyarakat.

Pencanangan pembangunan zona intergritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani, ditandai dengan pengucapan ikrar seluruh pegawai (Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Sruktural maupun fungsional) di lingkungan Pengadilan Agama Serui, kemudian dilanjutkan dengan penandatangan Wakil Ketua Pengadilan Agama Serui pada prasasti dan disaksikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Ketua MUI Kepulauan Yapen, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Serui, Wakil Polres, Kasdim, Kasat Intel,  Kepala BRI Cabang Serui,

Selanjutnya Wakil Ketua Pengadilan Agama Serui dalam sambutannya mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan zona intergritas sangat ditentukan oleh kualitas SDM dan intergritas moral setiap individu dalam melakukan kegiatan instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen yang kuat mewujudkan wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani melaui reformasi birokrasi, khususnya dalam pencegahan korupsi.

Adapun sambutan dari Wakil Bupati Kepulauan Yapen bahwa Pemerintah Daerah menyambut baik dan memberi apresiasi atas pencanangan pembangunan zona intergritas karena merupakan salah satu langkah dan upaya strategis guna menghadirkan suatu proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Kepulauan Yapen yang benar-benar prima, bersih dan bebas dari korupsi.

Lebih lanjut Wakil Bupati menyatakan bahwa untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan kepemilikan potensi dan kemampuan diri yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran, adil, bertanggung jawab, transparansi dan siap menerima resiko pada pelaksanaan tugas-tugas. Pada akhirnya Wakil Bupati dan kita semua mengajak untuk membangun intergritas dari kita sendiri dan etos kerja kita, mendiadakan korupsi dan menghadirkan birokrasi yang bersih dan melayani sebagai modal bagi untuk bisa sampai pada pembangunan dan pelayanan yang sukses di daerah ini.